Tips Menulis Dari Usman Hasan


Memang tak sepopuler Dewi Lestari, Andrea Hirata atau Ayu Utami namun tidak berlebihan jika beliau disesjajarkan dengan penulis-penulis terkenal itu. Sudah ribuan tulisan yang dibuatnya. Dalam bentuk cerpen, prosa, puisi dan berbagi jenis artikel.

Foto Usman Hasan
Saya pernah bertanya. Sudah berapa banyak tulisan yang Pak Usman Hasan buat selama ini..?

Beliau tidak bisa menjawab. Yang pasti katanya sudah ribuan tulisan, ada yang dimuat di Koran, majalah dan berbagai media lain. Kalau pernah berkunjung ke blog www.kisahdarinegerikelbu.blogspot.com itu adalah sedikit dari tulisan-tulisan karyanya.

Menurut Usman Hasan, menulis itu bukanlah perkara sulit. Ada banyak hal disekitar kita yang dapat diolah menjadi sebuah tulisan menarik, asalkan sudut pandang kita special. Misalnya menulis tentang segelas kopi atau tentang pagi yang cerah. Mungkin menurut orang lain itu bukan ide tulisan yang menarik, tapi kalau menurut kita itu hal special, maka akan jadi special dan menariklah tulisan kita.

Menulis juga bukan hal yang gampang. Karena dibutuhkan ketekunan dan latihan terus menurus untuk bisa menjadi seorang penulis. Katanya, Dia menjadi seperti sekarang ini adalah buah dari kebiasaan menulis yang dipupuknya sejak dulu.

Waktu masih duduk disekolah dasar, usman hasan memang sudah terbiasa menulis meskipun hanya menulis untuk konsumsi pridadi berupa catatan-catan kecil dalam buku harian, namun dari situlah asal-muasal sehingga Ia dapat menulis berbagai topic dengan bermacam-macam sudut pandang dan gaya bahasa yang jumlahnya sudah mencapai ribuan tulisan.

Usman Hasan sangat menyarankan kepada kita untuk tidak memikirkan apakah tulisan kita layak atau tidak layak, bagus atau tidak bagus, diterima orang lain atau tidak. “pokoknya menulis saja”, begitu selalu jawabannya ketika ditanya bagaimana cara menulis?.

Nasihatnya yang selalu terngiang dikepala saya adalah untuk menjadi penulis itu harus banyak membaca, banyak mengamati, banyak berpikir, banyak merenung, banyak mendengarkan orang lain berbicara. Jangan sok tahu, jangan sok pintar dan memborong semua kebenaran. Karena katanya, dari orang lainlah kita dapat menemukan banyak bahan dan gagasan cemerlang yang layak untuk ditulis. Siapa pun dia, apa pun jabatannya, apa pun status sosialnya. Mereka adalah asset sangat berharga bagi seorang penulis.

Yang jadi persoalan bagi seorang yang baru belajar menulis hanyalah perbendaharaan kata, struktur kalimat dan hal itu hanya soal proses. Semuanya dapat diatasi dengan latihan dan latihan.

Usman Hasan menganalogikan menulis sama dengan berenang. Meskipun dibimbing dan diajari oleh seluruh perenang tersohor sejagad, dicecoki dengan berbagai teori renang yang top punya. Seseorang tak akan pernah bisa berenang walaupun belajar hingga tahun merah sebelum Ia nyemplung dulu kedalam kolam.

Menulispun demikian, kalau nanti pandai menulis dulu baru akan menulis, sampai dunia kiamat tak akan pernah ada sebiji tulisanpun yang dapat kita buat.

Intinya, mulailah menulis. Menulis tentang apa saja, dengan gaya bahasa apa saja dan dengan media apa saja. Mau menulis diselmbar kertas saja, di word dan disimpan dikomputer saja, diblog yang tak pernag dipublikasikan. “Pokoknya menulis saja”.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama