Mengenal Signal, Aplikasi Chatting pesaing WhatsApp saat ini.

Baru baru ini, banyak disosial media gencar mempromosikan aplikasi ini yang bernama signal sampai elon musk sendiri mengajak para pengguna internet untuk beralih dari WhatsApp ke Aplikasi chatting ini di postingan twitternya yang berbunyi.

Pakai Signal", Twit Elon.

Kenapa banyak sekali berita sampai orang yang berpengaruh didunia saja menyarankan beralih, dikarenakan adanya kebijakan baru yang dibuat oleh WhatsApp yaitu memaksa para pengguna serahkan data data mereka ke Facebook. Hal ini tentunya banyak orang tidak menyetujui kebijakan ini yang dikarenakan pasti akan berdampak pada orang yang menggunakan. lantas bagaimana kita sebagai warga Indonesia Melihat situasi tersebut, yang sampai sekarang kita masih pakai WhatsApp sebagai Aplikasi Chating. yuk kita simak perbedaan dari kedua aplikasi ini.

WHATSAPP

Oke kita mulai dari WhatsApp yang kita ketahui menerapkan enkripsi End-to-end (E2E) pada seluruh komunikasi dan layanannya. Ini berlaku baik aplikasi ini digunakan untuk berkomunikasi pribadi atau saat mereka ada di sebuah grup.

WhatsApp mengklaim, mereka mengenkripsi semua data yang dikirimkan oleh pengguna untuk memberikan keamanan terbaik. Selain itu, mereka tidak menyimpan pesan apa pun di server-nya setelah dikirim. Tapi, yang harus kita garisbawahi adalah setiap pesan yang kita kirim akan tetap ada hingga 30 hari hingga diterima oleh penerima. Jadi, meski pesan tersebut tak disimpan di server WhatsApp, tapi data tersebut ada di perangkat penerima.

Keunggulan utama dari WhatsApp adalah Compatible atau mendukung semua banyak platform dan juga seperti kita ketahui saat ini bahwa aplikasi tersebut paling banyak dipakai di perangkat smartphone baik di Android maupun iOS. Tapi, aplikasi ini native untuk Windows dan macOS, di samping pengguna juga masih dapat menggunakan WhatsApp Web di perangkat mereka. Dan bahkan, WhatsApp pernah memiliki dukungan untuk Windows Phone.

Jika berbicara mengenai fitur yang ditawarkan, para pengembang pun semakin banyak menyematkan fitur di aplikasi tersebut. Dimulai dari aplikasi berkirim pesan, foto, serta video via internet, WhatsApp kini juga dapat melakukan panggilan suara dan video menggunakan internet. Sementara jika berbicara mengenai fitur terbaru, mereka memiliki dukungan panggilan video group yang cukup maksimal. Hal ini dikarenakan para pengguna dapat berbicara dengan banyak orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Satu hal lagi yang perlu kalian ketahui bahwa WhatsApp dimiliki oleh Facebook. Memang, hal ini menjadi sebuah pisau bermata dua bagi penggunanya. Positifnya, pengguna akan mendapatkan banyak fitur baru secara berkala karena mereka memiliki sumber daya pengembang yang sangat canggih. Dan sisi negatifnya adalah karena aplikasi ini sudah dikuasai oleh Facebook, maka WhatsApp harus “tunduk” terhadap semua keputusan yang dibuat oleh para eksekutif di salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia tersebut dan ini membuat kontroversi yang dimana pembuat WhatsApp yang kita tahu yang sekarang pendiri signal yaitu Brian Acton hengkang dikarenakan konflik dari CEO Facebook, Mark Zuckerberg, yang menginginkan upaya Monetasi di Aplikasi WhatsApp.

SIGNAL

selanjutnya kita bahas mengenai signal nih, menurut opini saya yang sudah membaca berbagai artikel, Signal merupakan aplikasi “super copy” dari WhatsApp. Soalnya, Signal merupakan aplikasi yang dibuat oleh pendiri WhatsApp, yakni Brian Acton. Yah, memang bukan Acton sendiri yang membuat aplikasi tersebut. Melainkan, aplikasi ini lahir dari sebuah lembaga non profit bernama Signal Foundation dan Signal Messenger LLC pada 2018 silam.

Cara Acton dapat terus menjalankan layanan Signal adalah tidak dengan langsung meminta para pengguna membayar aplikasi mereka, ataupun menyematkan iklan atau menjual data penggunanya (seperti beberapa aplikasi lain). Mereka memilih untuk menggunakan cara yang lebih “gentleman” untuk menjalankan bisnis mereka. Dikarenakan mereka merupakan lembaga non profit, mereka pun hanya memberitahu para penggunanya mereka dapat menjadi “donatur” untuk layanan ini.

Berbicara mengenai sistem keamanan, Signal memiliki layanan enkripsi End-to-end (E2E) milik mereka sendiri yang bernama Signal Protocol. Mereka menklaim bahwa teknologi ini, tidak ada orang lain selain pengirim dan penerima yang dituju dapat melihat pesan yang terkirim. Kunci teknologi keamanan mereka adalah kunci enkripsi para pengguna disimpan di smartphone dan komputer pengguna, bukan di server pengembang. Ini merupakan sebuah keunggulan dikarenakan pengguna dapat terhindar risiko potensial dari spoofing atau kejahatan online lainnya. Tak sampai sampai disitu saja, para pengguna akan mendapatkan peringatan jika kunci keamanan siapa pun yang Anda ajak bicara berubah. Kemudian, informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, dan foto profil juga akan dienkripsi. 


Berbicara mengenai fitur, hampir semua fitur di Signal sama dengan WhatsApp. Ada satu fitur yang unik di aplikasi ini, pengguna dimungkinkan untuk memilih berapa lama pesan dan percakapan dengan jangka waktu tertentu. Untuk obrolan grup, Signal dapat membuat sebuah grup dengan jumlah anggota yang tak terbatas. Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai aplikasi SMS default di Android, meskipun pesan teks yang dikirim tidak akan dienkripsi.

KESIMPULAN

Nah itu tadi perbedaan antara WhatsApp dan Signal. Memang, ada beberapa keunggulan dan kekurangan dari masing-masing aplikasi. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian akan memilih menggunakan WhatsApp atau oindah ke Signal?

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama