Jadi Pendamping PKH itu Banyak Akhiratnya

Sudah dua kali saya menerima SK pengangkatan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan). Pertama awal tahun 2018. Kedua awal tahun ini. Tahun 2019. Semoga 2020 dan 2021 juga.

Bukan mengejar honor. Motivasi terbesar saya iayalah infestasi akhirat.

Bukannya sombong "menjadi pendamping PKH itu memang banyak akhiratnya".

Yah..., Program yang menjadi sentral penanggulangan kemiskinan ini merupakan ladang pahala, terutama bagi para pendampingnya. Bagaimana tidak, Sebagai pendamping kami dituntut ikhlas mengerahkan semua potensi. Entah itu pikiran, tenaga maupun uang.

Dan kadang perasaan juga.

Di PKH, segala yang ada di diri pendamping mesti dikerahkan untuk membantu keluarga dampingan keluar dari segala macam permasalahan sosialnya.

PKH bukan hanya sebatas memberikan bantuan. Tetapi lebih pada mempersiapkan penerima manfaat program untuk bisa mandiri. Seperti jargonnya "to help people to help themself".

Pendamping PKH dituntut untuk menciptakan perubahan perilaku dan pola pikir KPM PKH. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melaksanakan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)

Kelompok P2K2 PKH
Foto bersama dengan kelompok P2K2 PKH di Kecamatan Basidondo Tolitoli

P2K2 dalam dunia internasional dikenal dengan istilah Family Defelopment Season (FDS). Merupakan sebuah bentuk pembelajaran terstruktur untuk meningkatkan pemahaman meengenai pentingnya pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan keluarga.

Sehingga pemenuhan kewajiban peserta PKH tidak hanya didorong oleh bantuan tetapi juga didorong oleh pemahaman dan kesadaran diri buah dari kegiatan P2K2.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama