TOLITOLI BICARA "Part Two" dan Adminya yang Ngegemesin

Dakoan.com

Hampir semua pengguna Facebook di Kabupaten Tolitoli familiar dengan TOLITOLI BICARA "Part Two", meskipun sudah berulang kali dirampingkan dengan meng-kick beberapa akun yang diduga abal-abal namun jumlah anggota grup facebook ini masih sangat fantastis. Lebih dari tiga puluh dua ribu akun bertengger di dalamnya.

Grup Facebook besar ini dikelola oleh empat admin yang ngegemesin, Irfanpontoh, Irfan Deny Pontoh, Nyong Ambom dan Armen Djaru.

Akun Irfanpontoh dan akun Irfan Deny Pontoh sepertinya dimiliki orang yang sama.

Untuk mengurus TOLITOLI BICARA "Part Two" beliau lebih senang menggunakan akun bernama Irfan Deny Pontoh.

Admin inilah yang paling ngegemesin, bagaimana tidak, sering sekali admin ini mengeluarkan peringatan maupun aturan yang kalau tidak segera dipatuhi, siap-siap merasakan pahitnya dikeluarkan dari keanggotakan grup. 

Kayaknya, admin Irfan Deny Pontoh inilah sang algojo yang bertugas mengeksekusi dengan kick-kick dahsyatnya.

Makanya ketika diberi tahu suami bahwa admin Irfan Deny Pontoh memposting aturan baru di TOLITOLI BICARA "Part Two" saya terpaksa menitipkan anak ke tetangga hanya untuk pergi membeli paket data, biar tidak ketinggalan informasi mengenai aturan tersebut.

Setelah melihat aturannya, tanpa berpikir panjang dan hanya dengan satu tarikan napas saya segera mengetikkan kata HADIR di kolom komentar postingan berisi aturan dari Sang Algojo tersebut.

Nyong Ambon. Admin ini juga tidak kalah ngegemesinnya. Bayangkan saja, kick-kick mereka tak kenal ampun pada akun-akun yang mereka anggap abal-abal. Tapi, sang admin sendiri tidak pernah memberikan identitasnya dengan jelas.

Lihat saja profil facebooknya disana sahabat hanya akan mendapat sedikit sekali iformasi mengenai jati diri pemilik akun Nyong Ambon ini. Yang ada, beliau pernah belajar di SMA Palu Ambon. Seumur hidup saya tidak pernah mendengar adanya sekolah bernama SMA Palu di Kota Ambon.

Tinggal di Tolitoli, Sulawesi Tengah, Indonesia. Dari Tolitoli, Sulawesi Tengah, Indonesia, tempat tinggal lain Ende. Informasi ini juga masih cukup kabur alias tidak jelas.

Kalau diselami lebih dalam informasi-informasi di profil beliau bukannya kejelasan yang didapat melainkan semakin tidak terungkapnya jati diri sang admin ini. 

Satu-satunya petunjuk yang bisa sobat gunakan hanyalah foto profil beliau, itupun sengaja disamarkan hingga lebih mirip sketsa wajah yang sering disebar polisi untuk memburu buronan.

Menurut sobat, lebih abal-abal mana akun yang kena kick dari TOLITOLI BICARA "Part Two" atau akun milik Si Admin?

Yang ketiga, admin Armen Djaru. Bukan hanya ngegemesin tapi juga menjengkelkan. Sejak Agustus 2017 akun miliknya tidak pernah aktif lagi. Entah apa penyebabnya sang admin fakum dari dunia maya, padahal admin satu ini sangat diharapkan menjadi penyeimbang dari kedua admin lainnya. 

Disamping memiliki identitas jelas, rasanya beliau juga cukup bijak menyikapi warga grup. Tidak seperti admin Irfan Deny Pontoh yang terkenal dengan kick-kick dahsyatnya.

Namun sayang, Ia lari dari tanggung jawab. Meninggalkan ribuan harapan yang digantunggkan padanya, membiarkan warga grup dihantui ketakutan dikeluarkan dari TOLITOLI BICARA "Part Two".

Membiarkan mereka dalam kebingungan, kekaburan dan tanda tanya besar. Siapa yang sebenarnya lebih abal-abal, mereka ataukah Sang Admin sendiri.

*

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama